| Foto Dokumentasi PK PMII UNEJ BWS |
Bondowoso — Pengurus Komisariat (PK) PMII Universitas Jember Kampus Bondowoso resmi menutup rangkaian Pelatihan Kader Dasar (PKD) II yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026, bertempat di Graha PMII Bondowoso. Kegiatan kaderisasi formal ini menjadi bagian dari komitmen PMII dalam mencetak kader yang berintegritas, visioner, serta memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang kuat.
Selama pelaksanaan PKD II, peserta dibekali sepuluh materi pokok yang mengacu pada kurikulum hasil Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII, meliputi Aswaja Sebagai Haluan Organisasi PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, Paradigma PMII, Strategi Pengembangan PMII Berbasis Potensi Akademik dan Orientasi Profesi, Pancasila dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Analisis Sosial dan Rekayasa Sosial, Analisis Wacana dan Media Representatif Gender, Analisis Kebijakan Kampus dan Pengelolaan Ruang Strategis Akademik, Critical Thinking, serta Nahdlatun Nisa. Seluruh materi tersebut diberikan sebagai bekal agar kader mampu berpikir kritis, adaptif, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Ketua PK PMII Universitas Jember Kampus Bondowoso, Sahabat Ahmad Fadhoil, menyampaikan bahwa PKD bukan hanya sekadar jenjang kaderisasi formal, melainkan ruang pembentukan karakter dan penguatan ideologi kader PMII.
“PKD bukan sekadar agenda formal kaderisasi, tetapi ruang pembentukan karakter, penguatan ideologi, dan peningkatan kapasitas kader. Harapan kami, seluruh peserta mampu menjaga nilai-nilai PMII serta menjadi kader yang bermanfaat bagi organisasi, masyarakat, agama, dan bangsa,” ujarnya.
Suasana penutupan berlangsung penuh khidmat dan rasa kekeluargaan. Momen tersebut juga menjadi istimewa bagi Ahmad Fadhoil karena menjadi sambutan terakhirnya dalam agenda kaderisasi formal selama menjabat sebagai Ketua PK PMII Universitas Jember Kampus Bondowoso.
“Ini adalah sambutan saya yang terakhir dalam agenda kaderisasi formal sebagai Ketua PK PMII Universitas Jember Kampus Bondowoso. Saya berharap estafet perjuangan ini terus berlanjut, kaderisasi tetap menjadi ruh organisasi, dan sahabat-sahabat yang telah mengikuti PKD II mampu menjaga nilai-nilai PMII serta terus mengabdikan diri untuk agama, bangsa, dan organisasi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses kaderisasi tidak berakhir setelah penutupan PKD II. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana setiap kader mampu mengimplementasikan ilmu, nilai, dan semangat pergerakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak mengenal akhir. Teruslah belajar, bergerak, dan mengabdi. Jadilah kader yang mampu membawa manfaat, bukan hanya bagi PMII, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkas Ahmad Fadhoil.
Penutupan PKD II ini menjadi penegasan bahwa kaderisasi tetap menjadi ruh perjuangan PMII. Melalui proses yang berlangsung selama empat hari tersebut, PK PMII Universitas Jember Kampus Bondowoso berharap lahir kader-kader yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kepekaan sosial, serta siap melanjutkan estafet perjuangan PMII sebagai organisasi kader, organisasi pergerakan, dan organisasi intelektual.